“Bahwa suatu karya tulis merupakan hasil dari proses bernalar penulisnya, jadi tidak salah jika kita menilai seseorang dari karya tulisnya.”

Karya tulis adalah segala hasil karya manusia yang berwujud tulisan. Sehingga meskipun sama-sama hasil karya, karya manusia seperti musik, video, televisi, pesawat, handphone, tidak termasuk ke dalam karya tulis.

Secara umum, kita dapat membedakan karya tulis berdasarkan sifatnya menjadi karya tulis yang fiksi dan karya tulis yang bersifat ilmiah. Karya tulis yang bersifat fiksi merupakan hasil karya manusia yang berasal dari imajinasi, emosi dan kondisi kejiwaan manusia. Karya tulis yang bersifat fiksi ini bisa berupa prosa atau bisa juga berwujud puisi. Sedangkan karya tulis yang bersifat ilmiah adalah karya tulis yang lahir dari olah pikir manusia dan berdasarkan pada fakta. Kita bisa memasukkan skripsi, laporan penelitian, opini, dan artikel ke dalam kategori karya tulis yang bersifat ilmiah.

Dari pemikiran di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya suatu karya tulis dihasilkan dari proses pemikiran seseorang dan pemikiran seseorang tersebut dituangkan dalam bentuk tulisan. Dan seperti kita sudah ketahui sebelumnya, bahwa pemikiran atau cara berpikir seseorang sangat mempengaruhi sisi kejiwaan dan emosional seseorang. Dengan membaca suatu karya tulis seseorang, kita dapat dengan mudah mengetahui atau bahkan menilai karakteristik atau sifat seseorang.

Namun, dengan catatan bahwa karya tulis yang kita baca murni hasil pemikiran penulis itu sendiri. Bukan karya tulis yang hanya sekedar “Copy-Paste”. Biasanya karya tulis yang bersifat fiksi yang lebih mudah dalam menilai seseorang. Seperti karya tulis novel, cerpen, dan lain-lain. Apakah itu hanya karangan fiktif belaka atau merupakan pengalaman pribadi.

Novel yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy merupakan novel yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi sang penulis selama menjalani pendidikan di Al Azhar University Cairo, Mesir. Novel tersebut pernah meraih penghargaan Novel Terpuji Nasional 2005 dan The Most Favorite Book 2005. Saking larisnya, cerita dalam novel tersebut pernah dibuat dalam versi layar lebarnya. Novel ini menceritakan kisah cinta di antara mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Mesir.

Dari judul novelnya saja, pembaca akan dapat langsung mengetahui bahwa novel tersebut merupakan novel yang menyuguhkan keindahan cinta yang sejalan dengan norma-norma keislaman. Dan bukan hanya sekedar novel-novel remaja atau teenlit. Dan kita juga langsung  dapat menilai bahwa penulisnya merupakan sosok yang religius, romantis, dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.  Itu terbukti di mana di novel ini, penulis benar-benar dapat menggambarkan suasana kehidupan kota-kota di Mesir yang menjadi setting di dalam novel ini.

Jadi, saya pribadi setuju dengan pendapat bahwa suatu karya tulis merupakan hasil dari proses bernalar penulisnya, jadi tidak salah jika kita menilai seseorang dari karya tulisnya.