KETAHANAN NASIONAL

Ketahanan Nasional. Ketahanan Nasional memang dibutuhkan oleh tiap negara di dunia ini. Apalagi di era globalisasi saat ini. Suatu bangsa yang kuat pasti memiliki ketahanan yang kuat. Ketahanan yang dimaksud bukan saja ketahanan di bidang militer tapi ketahanan di bidang yang lain. Karena di saat ini jika suatu negara ingin melumpuhkan atau menghancurkan suatu negara tidak perlu menurunkan kekuatan militer. Militer hanyalah opsi terakhir. Cara yang paling efektif adalah dengan cara menghilangkan jati diri suatu bangsa. Menghancurkan politik, hukum, ekonomi, dan budaya suatu bangsa merupakan cara yang paling efektif di zaman modern ini.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah apakah bangsa ini sudah memiliki ketahanan yang kuat. Jika kita melihatnya dari kekuatan militer maka kita harus melihat dari anggaran militer. Dalam bidang militer, anggaran diperlukan untuk pengadaan dan peningkatan alutsista. Apakah saat ini anggaran militer Indonesia sudah mencukupi? Sekedar informasi anggaran militer Indonesia masih dibawah Malaysia, Thailand, dan apalagi Singapura yang jika dilihat dari luas wilayah bukanlah tandingan Indonesia.

Lalu di bidang politik. Politik saat ini hanya satu yaitu demokrasi. Aturannya simpel. Negara yang maju adalah negara yang praktik demokrasinya berjalan baik dan negara yang mengalami kemunduran adalah negara yang tidak dapat mempraktikan demokrasinya dengan baik. Lalu Indonesia termasuk negara yang mana? Dari dulu Indonesia selalu bersikap netral. Maka Indonesia berada di tengah-tengah. Karena di tengah-tengah itu, maka praktik demokrasi di Indonesia pun berjalan setengah-setengah. Mahasiswa yang dianggap sebagai kaum intelektual lebih mirip kaum barbar dalam menyampaikan aspirasi. Apa karena mereka sudah lelah terhadap para pejabat pemerintah yang tidak mendengar dan tidak menanggapi aspirasi sehingga mereka mencari cara agar aspirasi mereka didengar. Lalu demokrasi dalam berbagai hal yang dekat dengan segala hal uang. Mulai dari kisruh pilkada, para anggota DPR, DPRD, dll yang lebih mirip wakil pemerintah, wakil penguasa, dan wakil pengusaha daripada wakil rakyat.

Di bidang ekonomi, ketahanan Indonesia sedang diuji. Mari kita lihat AC-AFTA. Bagaimana ketahanan ekonomi kita sedang diobrak-abrik oleh kekuatan ekonomi China dan negara-negara lain. Respon pemerintah pun terlihat lambat. Kekuatan ekonomi kita yang ditopang oleh UKM akan sekejap dihancurkan oleh kekuatan ekonomi asing. Dan itu kan membawa hal yang buruk dan akan merembet ke bidang yang lain.

Di bidang budaya, tanda-tanda kehancuran sudah mulai terlihat. Budaya barat seakan-akan sudah siap mendarah daging dalam tiap masyarakat Indonesia. Mengusir budaya bangsa kita sendiri. Rasa nasionalisme pun hanya pada saat atau tanggal tertentu. Bangga jadi Indonesia seakan-akan hanyalah kebanggaan sesaat.

Sudah saatnya segenap bangsa Indonesia melakukan perubahan dalam segala hal agar tercapainya ketahanan nasional yang kuat demi terciptanya perubahan dalam kemajuan bangsa Indonesia.