Koperasi di Indonesia Banyak yang Tidak Aktif

Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mensinyalir sekitar 37 ribu dari 132 ribu unit koperasi di Indonesia, tidak aktif, dan sebagian juga hanya papan nama. “Lebih memprihatinkan dari yang masih aktif 93 ribu, hanya 46 ribu yang melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT),” kata Suryadharma Ali ketika membuka Rapat Regional Pemberdayaan Koperasi dan UKM wilayah Jatim, Bali, NTB, dan NTT di Surabaya.

Rendahnya RAT ini sebagai pertanda rendahnya peran serta anggota dalam usaha kegiatan koperasi. Untuk itu penguatan koperasi tidak hanya penguatan kelembagaan, tetapi yang lebih penting meningkatkan kemampuan dengan meningkatkan SDM dan permodalan serta jaringan semakin luas. Menkop juga menegaskan tidak ada lagi tempat bagi pengurus yang hanya mencari keuntungan dalam koperasi.

Pemerintah menargetkan dalam kurun lima tahun ke depan berdiri 70.000 koperasi di seluruh Indonesia. Koperasi merupakan bentuk usaha yang tahan dari berbagai krisis. Pihak departemen koperasi salut dengan Jatim yang menargetkan 11.000 koperasi dalam lima tahun ke depan. Target itu perlu diwujudkan karena Indonesia saat ini sedang kesulitan seperti banyaknya pengangguran dan kemiskinan.

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) rentan, karena kenaikan harga BBM biasanya diikuti inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga. Koperasi dan UMKM mempunyai ketahanan yang teruji pada masa krisis pertama 1997-1998 dan saat ini memasuki masa krisis yang kedua dan diperkirakan juga akan dapat melaluinya dengan sukses.

Jakarta, November 2009

Sumber : Mediaindo.co.id

NB : Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan kata dan istilah