HASIL PENELITIAN MANAJERIAL SDM DI SEKTOR INFORMAL

Indonesia adalah negara yang ekonominya sedang berkembang. Seperti kita tahu bahwa ekonomi bangsa Indonesia sangatlah bertumpu pada sektor usaha informal dan UKM. Dan bukanlah bertumpu pada kegiatan perusahaan besar yang dilakukan oleh negara-negara penganut paham kapitalis dimana berlaku hukum “Yang punya modal besar dialah yang menang”. Namun kita tak bisa dipungkiri kalau banyak orang beranggapan kalau Indonesia sedang menuju ke arah paham kapitalis. Sektor usaha informal dan UKM menjadi tumpuan utama ekonomi bangsa Indonesia karena melalui usaha tersebut masyarakat kelas menengah ke bawah yang masih menjadi mayoritas penduduk Indonesia dapat memperoleh pekerjaan, dengan mendapat pekerjaan mereka akan mendapat penghasilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka seperti konsumsi sehari-hari, pendidikan, kesehatan, dll. Hal tersebut dapat menjadi faktor kunci untuk menghilangkan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat.

Contoh konkret dari hal diatas adalah Paman saya, Pakde Harno dan istrinya, Bude Wastim yang membuka usaha warung makan. Mereka dulu bekerja pada orang asing sebagai asisten rumah tangga dan tukang kebun. Sekitar 7 tahun yang lalu mereka berhenti dikarenakan masa tinggal majikannya di Indonesia sudah habis. Yang mengharuskan Paman saya mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anaknya. Berbekal modal yang diberikan oleh majikannya dan kemampuan istrinya yang pandai memasak maka mereka memutuskan untuk membuka warung makan yang berada di Daerah Blok S, Di samping Gereja Santa. Bisa dibilang usaha yang mereka lakukan sekarang lumayan maju dan dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Letaknya yang strategis karena banyak perkantoran dan proyek ditambah makanan-nya yang enak dan harganya yang lumayan murah membuat warung makannya selalu ramai jika hari kerja atau jam makan siang. Mereka berjualan dari Senin sampai Sabtu. Dari jam 06.00 pagi sampai dagangannya habis. Biasanya jam 2 siang dagangan mereka sudah habis. Dalam berjualan mereka tidak dibantu oleh pegawai. Hanya berdua saja. Anak sulung mereka bekerja di kamung sedangkan anak bungsunya masih bersekolah. Namun, mereka tidak kerepotan saat melayani para pelanggan hanya berdua saja. Karena mereka sudah hampir 7 tahun berjualan sehingga sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu. Begitu juga saat harus menyiapkan barang dagangannya. Sudah menjadi rutinitas sehari-hari saat harus bangun pagi-pagi untuk pergi membeli bahan-bahan ke pasar dan memasaknya. Hampir tidak ada waktu untuk istirahat kecuali di hari Sabtu dan Minggu dimana mereka tidak berjualan. Namun, hasil dari kerja keras mereka bisa dibilang lumayan. Mereka dapat membeli motor cash, menyekolahkan anaknya, hingga membeli tanah dan membangun rumah di kampung. Kita sekeluarga juga terbantu dengan profesi mereka karena jika ada acara keluarga kita tidak perlu pusing dalam hal konsumsi karena sudah ada yang berpengalaman dalam hal itu.

Saat ditanya apakah mereka akan mewarisi profesi ini ke anak mereka justru mereka berharap anak-anaknya sukses di dalam kerja kantoran bukan berdagang. Jikalau harus berdagang mereka berharap anaknya sukses dalam berdagang sembako. Entah apa alasannya. Tapi yang pasti mereka berdua hanya sedikit contoh dari pelaku kegiatan sektor informal dan UKM yang banyak dilakoni penduduk Indonesia. Yang dengan semagat kerja keras dan pantang menyerah mau berusaha untuk mengangkat derajat hidup mereka walaupun hanya sedikit. Sikap mereka patut untuk dicontoh.